Dua Kata Untuk Selamat

Dua Kata Untuk Selamat Dunia dan Akhirat
Rasulullah SAW Bersabda:
  1. Dua Hal yang tiada Bandingannya: Percaya kepada Allah SWT. dan Memberi manfaat untuk Umat Islam, dan Dua Fenomena yang tiada tara kejelekannya: Menyekutukan Allah SWT dan Merugikan Umat Islam.
  2. Rajinlah duduk beserta Ulama dan dengarkan lah Ucapan Hikmahnya, Sesungguhnya Allah Maha Luhur serta menghidupkan hati yang mati dengan Nur Hikmah, sebagaimana menghidupkan bumi yang gersang dengan air hujan
  3. Abubakar Shiddig berkata, Siapa yang Masuk Kubur tanpa Bekal, laksana mengarungi Samudra tanpa Bahtera,
  4. Umar bin Khatab berkata, kemulian dunia lantaran Harta, Kemulian Akhirat bersama Amal Saleh
  5. Usman bin Affan berkata, Bergelimang urusan dunia akan menggelapkan hati dan penuh harap akan urusan Akhirat akan menjadi pelita hati.
  6. Ali bin Abi Tholib berkata, Siapa yang berada dalam posisi mencari Ilmu, berarti ia Tekun dalam mencari Surga, dan barang siapa menempuh kemaksiatan, berarti dia tekun dalam mencari Neraka.
  7. Yahya bin Mu'ad mengatakan, Orang yang paling mulia ialah orang yang tidak mendurhakai Allah, sedangkan orang yang bijaksana adalah orang yang tiada mendahulukan kepentingan dunia atas akhirat.
  8. A'masy mengatakan: Siapa yang modal hartanya adalah Taqwa maka setiap mulut tiada akan mampu mengirakan akan laba agamanya, dan siap yang modal hartanya adalah dunia, maka setiap mulut nya tiada akan mampu untuk menguraikan kerugian agamanya.
  9. Sufyan Ats- Tsaury mengatakan: Setiap Kedurhakaan yang berasal dari hawa nafsu masih akan bisa diharap Ampunan-nya. Namun jika kedurhakaannya berpangkal dari sombong maka tidak bisa diharap Ampunan-Nya, sebab kedurhakaan Ibis berpangkal dari takabur, sedangkan tergelincir nya Nabi Adam berasal dari Hawa Nafsu.
  10. Beberapa Ahli Juhud mengatakan: Siapa yang berbuat dosa sambil ketawa, maka allah akan memasukkannya kedalam neraka sambil menangis, dan siapa saja yang berbuat taat dalam keadaan menangis, maka Allah SWT akan memasukkannya kedalam Surga sambil tertawa.
  11. Jangan Kalian Meremehkan dosa kecil, karena cabang dosa besar itu berasal darinya.
  12. Nabi Muhammad SAW bersabda: Tidak disebut dosa kecil jika dilakukan secara kontinyu, dan tiada ia berdosa besar jika pelakunya langsung beristigfar (meminta ampun)
  13. Kehendak orang yang bijaksana adalah memuji Tuhannya, kehendak orang yang Jahid adalah Doa, sebab kehendak orang yang bijaksana teruntuk Tuhannya, sedangkan kehendak yang zahid hanya untuk dirinya sendiri.
  14. Siapa yang mengutamakan ada kekasih yang lebih utama dari pada Allah, maka sedikitlah kemakrifatannya kepada Allah, dan siapa yang menyangka ada musuh yang lebih patut di waspadai dari pada dirinya sendiri makan akan sedikitlah pengetahuannya akan dirinya.
  15. Apabila lisan telah rusak, maka menangislah sang badan. Dan apabila hati telah rusak maka menangislah Malaikat.
  16. Sesungguhnya Syahwat itu merubah status raja menjadi hamba, sedangkan orang yang sabar itu membuat seseorang hamba menjadi raja. 
  17. Berbahagialah orang yang akalnya dijadikan raja sedangkan hawa nafsunya dijadikan tawanan. dan hancurlah orang yang hawa nafsunya menjadi raja, sementara akalnya menjadi tawanan.
  18. Siapa yang meninggalkan berbagai bentuk dosa maka hatinya akan lembut, dan siapa yang meninggalkan barang haram serta mencari dan memakan nya secara baik dan halal, maka pikirannya akan menjadi jernih.
  19. Allah berfirman kepada sebagian Nabi-nya Patuhilah perintah Ku dan janganlah Mendurhakai Nasihat-Ku.
  20. Kesempurnaan Akal mengikuti kesukaan Allah serta menjauhi kemurkaan-Nya
  21. Orang yang berkharisma itu tiada pernah asing dan orang yang bodoh itu tiada pantas mendiami suatu negeri.
  22. Siapa yang dipandang taat oleh Allah maka dia dipandang-Nya dekat sekalipun asing dari sudut pandangan manusia.
  23. Aktifitas ketaatan merupakan ma'rifat laksana aktifitas badan menjadi hidup
  24. Nabi Bersabda: Pangkal segala kesalahan adalah cinta dunia sedangkan pangkal fitnah adalah meninggalkan Shadaqah dan zakat.
  25. Asy Syibli berkata: Jika Anda ingin Tenang ketika menghadap Allah, maka janganlah anda merasa tenang melihat diri Anda sendiri.
  26. Kalau Anda pernah merasakan manisnya dekat dengan Allah, maka Anda akan tahu penderitaan ketika jauh dari-Nya